Logika 1 (Definsi: Logika, Premis, Argumen, Kesimpulan, Deduktif, Induktif)

Definisi

Ada berbagai macam definis logika, tetapi dalam tulisan-tulisan saya tentang logika, saya hanya akan menggunakan definisi yang dikemukakan oleh Gordon H. Clark. Clark mengatakan bahwa logika adalah “science of necessary inference” dimana necessary inference adalah kesimpulan yang diharuskan oleh premis. Jadi, secara bebas dapat diterjemahkan sebagai “ilmu tentang pengambilan kesimpulan yang diharuskan oleh premis”.

Lalu apa itu premis? Premis adalah pernyataan-pernyataan yang dikemukakan untuk mendukung satu kesimpulan. Sementara itu kesimpulan adalah pernyataan /informasi baru yang didapatkan dari sintesis premis-premis.

Istilah lain yang digunakan adalah argumen. Argumen adalah serangkaian pernyataan dimana salah satunya merupakan kesimpulan dan yang lain adalah premis. Perhatikan bahwa kesimpulan hanya satu sementara premis lebih dari satu.

Contoh Argumen:

  1. Tidak ada satu orang manusiapun yang tidak mati
  2. Maddi adalah manusia
  3. Kesimpulan: Maddi pasti akan mati

Perhatikan bahwa ada tiga pernyataan dan dari ketiga pernyataan itu ada satu pernyataan yang merupakan kesimpulan yaitu pernyataan ketiga dan ada dua premis yaitu pernyataan pertama dan kedua. Patut diingat bahwa premis bisa lebih dari dua pernyataan.

Argumen bisa induktif, deduktif.

Argumen Induktif adalah argumen dimana kesimpulan tidak diharuskan oleh premis (entah premis benar atau tidak). Premis hanya memberi dukungan parsial kepada kesimpulan.

Contoh:

  1. Acara Democrazy ditayangkan di Metro TV setiap hari Minggu
  2. Besok adalah hari Minggu
  3. Kesimpulan: Besok Metro TV akan menayangkan Democrazy

Argumen deduktif adalah argumen dimana kesimpulan diharuskan oleh premis (entah premis benar atau tidak)

Contoh:

  1. Semua orang yang kedua orang tuanya berasal dari Bali adalah orang Bali asli
  2. Kedua orang tua Made berasal dari Bali
  3. Kesimpulan: Made adalah orang Bali asli

Perhatikan bahwa dalam argumen induktif, kesimpulan tidak selalu diharuskan oleh premis. Dalam contoh di atas, kalaupun selama ini Metro TV menayangkan acara Democrazy setiap Minggu, tidak ada jaminan bahwa hari Minggu besok pasti akan diputar. Bisa saja besok misalnya ada acara yang lebih penting dan Metro memilih menayangkan acara tersebut. Sedangkan untuk argumen kedua, apapun yang terjadi kesimpulan diharuskan oleh premis.

Konsekuensi dari keadaan ini adalah bahwa penalaran Induksi tidak pasti menghasilkan kebenaran entah walaupun premis benar. Namun perlu diingat bahwa tidak pasti menghasilkan kebenaran tidak sama dengan tidak berguna. Logika ini memiliki kegunaan praktis misalnya dalam ilmu pengetahuan. Sedangkan melalui metode deduktif, kalau premis pasti benar, maka kesimpulan benar dan akan diperoleh kebenaran. Jadi memungkinkan ditemukan kebenaran dalam metode penalaran ini.

About these ads
This entry was posted in Filosofi and tagged . Bookmark the permalink.

5 Responses to Logika 1 (Definsi: Logika, Premis, Argumen, Kesimpulan, Deduktif, Induktif)

  1. domi dodo says:

    aa maddi :…Clark mengatakan bahwa logika adalah “science of necessary inference” dimana necessary inference adalah kesimpulan yang diharuskan oleh premis. Jadi, secara bebas dapat diterjemahkan sebagai “ilmu tentang pengambilan kesimpulan yang diharuskan oleh premis”…

    domi dodo : klo begitu argumen induktif tidak termasuk logika ko ama ?

    • maddidjara says:

      domi dodo : klo begitu argumen induktif tidak termasuk logika ko ama ?

      Maddi: Tetap logika ama. Tetapi level keharusannya berbeda. Untuk argumen induktif, keharusannya hanya parsial sedangkan deduktif keharusannya total. Dengan kata lain kesimpulan dari argumen induktif bisa benar dan bisa saja salah, walaupun kemungkinan benarnya lebih tinggi dari salahnya. Saat tertentu kita harus mengambil dengan informasi yang terbatas. Yang menjadi masalah adalah seringkali orang menggunakan penalaran induktif dan mati-matian berpegang pada pandangannya seolah-olah itu paling benar.

    • maddidjara says:

      Beta pung tulisan yang sonde jelas ama. Nanti beta coba rubah sedikit. Makasih oo ama

  2. ma Lobo says:

    Beta baru nae katumu ini Blog. Usul saja: ngalai Maddi coba cari, kalo ada pendapat Mr Clark tentang pengecualian thd argumen induktif. krn dlm defenisinya Mr Clark terlanjur menggunakan frasa “necessary inference” dg pengertian spt ngalai Maddi uraikan di atas.
    Neu begitu saa… beta mau lanjut dolo…

    • maddidjara says:

      He he he.. bae ju kaka katumu ini blog. Beta su sonde terlalu perhatikan ini.
      Beta liat definisi opa Clark masih berlaku kaka. Soalnya dalam mengkategorikan satu argumen sebagai argumen induktif pun, katong masih memperhatikan diharuskan tidaknya kesimpulan oleh premis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s