Film Tentang Filariasis di Alor – NTT

Film tentang penyakit filariasis limfatik dan pemberantasannya di pulau Alor, Nusa Tenggara Timur

Versi Bahasa Indonesia

Versi Bahasa Inggris

Posted in Alor, Filariasis, Kesehatan, NTT | Leave a comment

Sepakbola Para Filsuf

Posted in Humor | Leave a comment

Anggota DPR-RI: Email sa Sonde tau. Payah oooo..

Posted in Macam-Macam | Leave a comment

Catatan Singkat Kesulitan Dengan Office 2010

Sudah sekitar satu bulan saya menggunakan Office 2010. Kesulitan-kesulitan yang saya temui sampai saat ini terkait dengan OneNote dan MS Outlook. Untuk Outlook, saya sampai menggantinya dengan MS Outlook 2007.
Kesulitan Terkait OneNote

Salah satu fasilitas dalam OneNote adalah fasilitas untuk copy naskah hasil scan menjadi naskah yang dapat diedit. Dalam OneNote 2007 format paragraph teks hasil scan tetapi dipertahankan saat dikonversi menjadi naskah yang dapat diedit. Sedangkan pada OneNote 2010 setiap baris dianggap sebagai paragraph sendiri. Jadinya sulit untuk copy paste naskah yang dikonversi karena harus disesuaikan paragrafnya dengan tulisan hasil scan.

Kesulitan Terkait MS Outlook

Yang menjadi masalah dengan Outlook 2010, perangkat lunak ini tidak mau terhubungan dengan account email yang berbasis Microsoft Exchange. Segala macam teknik saya gunakan termasuk menambahkan registry untuk Microsoft Exchange, tetapi tidak pernah menyelesaikan masalah. Akhirnya saya harus menggantinya dengan MS Outlook 2007. Tampaknya yang menjadi masalah adalah tidak kompatibelnya MS 2007 (pada sisi server) dan MS 2010 pada sisi klien.

Posted in Komputer | Leave a comment

Reparasi Sendiri iPod yang Hard Disknya Rusak

Sulitnya Mereparasi Sendiri iPod

iPod yang dibongkar

iPod adalah alat elektronik yang paling sulit (kalau tidak dapat dikatakan tidak mungkin) diperbaiki sendiri. Tidak seperti alat elektronik lain, iPod tidak memiliki casing yang dieratkan dengan cara konvensional seperti sekrup. Di samping itu, hard disknyapun berukuran mini dan memiliki interface yang berbeda dari hard disk biasa. Tidak ada media penyimpanan lain yang memiliki interface yang sama dengan hard disk seperti ini. Saya memiliki sebuah iPod 80GB yang (sampai tadi pagi) tidak pernah dipakai selama kurang lebih 2 tahun ini karena hard disknya rusak dan biaya memperbaiki iPod lebih besar dari harga iPod baru.

Sekitar bulan November 2009 saya membaca bahwa telah ada converter yang memungkinkan dipakainya Compact Flash Card sebagai media penyimpanan dalam iPod menggantikan hard disk iPod konvensional. Converter ini disebut iFlash. Saya kemudian menelusurinya di internet dan mendapatkan situs orang yang mengembangkan converter ini di http://www.tarkan.info/. Bulan Desember, saya langsung memesan dan membayar iFlash melalui Paypal. Si pembuat yang bernama Tarkan, mengkonfirmasi bahwa converter ini sudah dikirim melalui Pos. Namun, sampai bulan Mei 2010, converter ini belum sampai. Ada kecurigaan bahwa barang tersebut hilang di Indonesia. Setelah menghubungi si Tarkan, dia berbaik hati mengirim kembali iFlash yang baru. Dalam waktu 2 minggu, barang-barang yang ditunggu-tunggu tiba. Dalam waktu sekitar 30 menit iPod yang sudah “mati” selama 2 tahun itu pun dapat digunakan lagi walaupun dengan kapasitas daya simpan yang berkurang yaitu dari 80GB menjadi sekitar 30GB.

Tantangan utama memperbaiki iPod adalah membuka casing. Karena saya tidak memiliki alat yang tepat untuk membukan casing dan tidak bersedia berinvestasi untuk alat ini, sayapun membukanya dengan alat seadanya (obeng, hamar, dan beberapa bantingan di lantai he he he) sehingga casingnya sekarang sudah jauh dari sempurna. Tetapi karena saya menganut pandangan bahwa fungsi lebih penting, itu bukan menjadi masalah untuk saya. Kalau anda tidak memiliki pandangan yang sama, ada sebuah video tentang cara (sopan he he he) penggantian hard disk convensional iPod dengan Compact Flash Card dapat diakses di: http://www.tarkan.info/20080115/tutorials/iflash-ipod-compact-flash-mk2. Alat yang dipakai untuk membuka casing iPod pun dapat dibeli dengan harga yang tidak mahal (sekitar US$ 2) misalnya di http://www.idemigods.com/iPod_iPhone_Safe_Opening_Case_Pry_Tools_p/pry_tools.htm atau dapat dipesan sekaligus dari si Tarkan pada saat membeli iFlash.

Keuntungan dan Kerugian mengganti Hard Disk iPod konvensional dengan Compact Flash

Keuntungan

  1. Berat iPod berkurang.
  2. Durasi baterai bertambah karena daya yang dipakai untuk menggerakkan hard disk lebih besar daripada yang dipakai untuk menjalankan Fiash Card
  3. Perpindahan dari satu track musik ke track yang lain menjadi lebih cepat
  4. iPod jauh lebih tahan bantingan (bantingan dalam arti yang harafiah)
  5. Kapasitas simpan bisa bertambah beberapa kali lipat atau tetap kalau anda menggunakan iPod berkapasitas rendah (di bawah 30 GB)

Kerugian

  1. Casing iPod bisa menjadi tidak sedap dipandang mata kalau tidak punya alat pembuka iPod yang tepat.
  2. Kecepatan sinkronisasi file dari komputer ke iPod sedikit berkurang dibanding dengan pada saat menggunakan hard disk iPod konvensional.
  3. Kapasitas simpan bisa jadi sangat berkurang kalau anda menggunakan iPod berkapasitas besar (80GB ke atas) karena Compact Flash berdaya simpan tinggi (32 GB ke atas) masih jarang ditemukan di pasaran Indonesia.

Jadi bagaimana? Apakah anda akan mengganti Hard Disk iPod anda dengan Compact Flash? Kalau anda punya iPod yang sudah mati karena hard disknya rusak dan anda sebenarnya menyukai media ini serta belum memiliki pengganti, maka mungkin sebaiknya megganti hard disknya dengan Compact Flash. Tetapi sebelum anda mengganti sebaiknya perhatikan dulu apakah iFlash bisa dipakai untuk iPod seperti yang anda miliki.

Kalaupun ada yang mau buka bisnis perbaikan iPod, mungkin tulisan ini bisa menjadi bahan pertimbangan. :)

Posted in iPod | 9 Comments

Menghapus File yang Membandel dari Komputer Anda

Untuk Resolusi yang lebih tinggi, silahkan nonton menggunakan pilihan HD

Posted in Komputer | 3 Comments

Gereja Atheisme Karismatik… LOL

Posted in Humor | Leave a comment

Logika 2 (Lanjutan Tentang Argumen Induktif, Argumen Deduktif, & Argumen Abduktif)

Cara lain untuk menjelaskan argumen induktif dan argumen deduktif adalah sebagai berikut:

Argumen induktif adalah mengambil kesimpulan tentang kelompok sejenis (apapun itu: bisa manusia, ternak, atau apapun) berdasarkan informasi tentang sebagian anggota kelompok tersebut. Contoh:

  1. Pengamatan dilakukan terhadap angsa di seluruh dunia.
  2. Tidak ada angsa yang berwarna merah, putih, dan biru sekaligus.
  3. Kesimpulan: Tidak ada angsa yang berwarna merah, putih, dan biru sekaligus

Perhatikan bahwa

  1. Pengamatan hanya dilakukan pada angsa yang ada waktu dilakukan pengamatan.
  2. Pengamatan tidak dilakukan di seluruh alam semesta.

Dengan kata lain pengamatan dilakukan hanya terhadap sekelompok angsa, tidak semua angsa yang pernah ada dan yang akan ada. Akibatnya kesimpulan di atas tidak pasti benar.

Argumen deduktif adalah argumen yang mengambil kesimpulan terhadap bagian dari kelompok tertentu berdasarkan informasi yang berlaku universal terhadap seluruh anggota kelompok tersebut. Perhatikan kembali contoh argumen pertama

  1. Tidak ada satu orang manusiapun yang tidak mati
  2. Maddi adalah manusia
  3. Kesimpulan: Maddi pasti akan mati

Perhatikan bahwa premis pertama berlaku secara universal bagi semua anggota kelompok (manusia). Maddi adalah bagian dari kelompok itu (premis 2). Karena itu apa yang terjadi pada kelompok manusia (kematian) pasti akan terjadi pada Maddi nanti (Kesimpulan).

Argumen ketiga adalah Argumen Abduktif. Yaitu argumen yang (i) mengidentifikasi fakta-fakta tertentu, kemudian menunjukkan (ii) bahwa kalau penjelasan A benar akan menghasilkan fakta tersebut, dan berkesimpulan bahwa karena itu maka (iii) penjelasan A memang benar.

Contoh argumen abduktif:

  1. Uang sebanyak 5 juta raib dari sebuah cash box uang di kantor X
  2. Kunci kantor dipegang penjaga kantor bernama Y. (Fakta)
  3. Fakta-fakta di atas dapat dijelaskan kalau Y mencuri uang dari kotak penyimpanan uang di kantor X.
  4. Kesimpulan:  uang yang hilang dari kantor X pasti dicuri Y

Argumen di atas terlalu sederhana. Untuk sampai pada kesimpulan di atas, fakta bahwa kuncinya dipegang oleh si Y tidak berarti bahwa si ‘Y’ lah yang mencuri. Tetapi saya harap contoh di atas sudah cukup untuk memberi ilustrasi bagaimana argumen abduktif digunakan.

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah bahwa kesimpulan tidak selalu berada di akhir argumen. Orang dapat saja mengatakan:

“Maddi pasti akan mati karena dia adalah manusia dan semua manusia akan mati”.

Posted in Filosofi | Tagged | Leave a comment

Logika 1 (Definsi: Logika, Premis, Argumen, Kesimpulan, Deduktif, Induktif)

Definisi

Ada berbagai macam definis logika, tetapi dalam tulisan-tulisan saya tentang logika, saya hanya akan menggunakan definisi yang dikemukakan oleh Gordon H. Clark. Clark mengatakan bahwa logika adalah “science of necessary inference” dimana necessary inference adalah kesimpulan yang diharuskan oleh premis. Jadi, secara bebas dapat diterjemahkan sebagai “ilmu tentang pengambilan kesimpulan yang diharuskan oleh premis”.

Lalu apa itu premis? Premis adalah pernyataan-pernyataan yang dikemukakan untuk mendukung satu kesimpulan. Sementara itu kesimpulan adalah pernyataan /informasi baru yang didapatkan dari sintesis premis-premis.

Istilah lain yang digunakan adalah argumen. Argumen adalah serangkaian pernyataan dimana salah satunya merupakan kesimpulan dan yang lain adalah premis. Perhatikan bahwa kesimpulan hanya satu sementara premis lebih dari satu.

Contoh Argumen:

  1. Tidak ada satu orang manusiapun yang tidak mati
  2. Maddi adalah manusia
  3. Kesimpulan: Maddi pasti akan mati

Perhatikan bahwa ada tiga pernyataan dan dari ketiga pernyataan itu ada satu pernyataan yang merupakan kesimpulan yaitu pernyataan ketiga dan ada dua premis yaitu pernyataan pertama dan kedua. Patut diingat bahwa premis bisa lebih dari dua pernyataan.

Argumen bisa induktif, deduktif.

Argumen Induktif adalah argumen dimana kesimpulan tidak diharuskan oleh premis (entah premis benar atau tidak). Premis hanya memberi dukungan parsial kepada kesimpulan.

Contoh:

  1. Acara Democrazy ditayangkan di Metro TV setiap hari Minggu
  2. Besok adalah hari Minggu
  3. Kesimpulan: Besok Metro TV akan menayangkan Democrazy

Argumen deduktif adalah argumen dimana kesimpulan diharuskan oleh premis (entah premis benar atau tidak)

Contoh:

  1. Semua orang yang kedua orang tuanya berasal dari Bali adalah orang Bali asli
  2. Kedua orang tua Made berasal dari Bali
  3. Kesimpulan: Made adalah orang Bali asli

Perhatikan bahwa dalam argumen induktif, kesimpulan tidak selalu diharuskan oleh premis. Dalam contoh di atas, kalaupun selama ini Metro TV menayangkan acara Democrazy setiap Minggu, tidak ada jaminan bahwa hari Minggu besok pasti akan diputar. Bisa saja besok misalnya ada acara yang lebih penting dan Metro memilih menayangkan acara tersebut. Sedangkan untuk argumen kedua, apapun yang terjadi kesimpulan diharuskan oleh premis.

Konsekuensi dari keadaan ini adalah bahwa penalaran Induksi tidak bisa menghasilkan kebenaran entah premis benar atau tidak. Namun perlu diingat bahwa tidak menghasilkan kebenaran tidak sama dengan tidak berguna. Logika ini memiliki kegunaan praktis misalnya dalam ilmu pengetahuan. Sedangkan melalui metode deduktif, kalau premis pasti benar, maka kesimpulan benar dan akan diperoleh kebenaran. Jadi memungkinkan ditemukan kebenaran dalam metode penalaran ini.

Posted in Filosofi | Tagged | 5 Comments

Bagaimana Setting PowerPoint Untuk Layar Ganda

Menyambung tulisan sebelumnya, tulisan berikut adalah bagaimana setting PowerPoint sehingga bisa ditampilkan di layar ganda. Patut diingat saya pake Ms PowerPoint 2007 jadi yang langkah-langkah yang saya kemukakan harus disesuaikan dengan keadaan anda. 

Buka Ms PowerPoint seperti biasanya. 

powerpoint0

 

Masuk ke group SlideShow dan Pilih Set Up Slide Show

 
powerpoint13powerpoint21Pilih Monitor 2 Non-PnP Monitor atau pilihan lain selain Primary Monitor

 

powerpoint3

Posted in Komputer | Tagged | Leave a comment